<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Erman</title>
	<atom:link href="http://erman.hardiman.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://erman.hardiman.or.id</link>
	<description>Erman &#124; Keluarga Hardiman</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 May 2010 01:51:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kini Giliran Tidak Minum Kopi</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2010/kini-giliran-tidak-minum-kopi/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2010/kini-giliran-tidak-minum-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 10:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & Diri]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erman.hardiman.or.id/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun lalu, saya adalah perokok. Saya mengonsumsi rokok jenis kretek, tidak pernah cocok dengan rokok filter, apalagi mild. Hingga suatu hari saya menyatakan diri ingin berhenti, dan itu terjadi serta bertahan hingga hari ini. Kini, saya ingin menyatakan diri tidak minum kopi!
Sebenarnya, sudah satu bulan lebih saya tidak minum kopi. Biasanya, saya menyeruput kopi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun lalu, saya adalah perokok. Saya mengonsumsi rokok jenis kretek, tidak pernah cocok dengan rokok filter, apalagi mild. Hingga suatu hari saya menyatakan diri ingin berhenti, dan itu terjadi serta bertahan hingga hari ini. Kini, saya ingin menyatakan diri tidak minum kopi!</p>
<div id="attachment_94" class="wp-caption alignleft" style="width: 233px"><img class="size-medium wp-image-94" title="kopi" src="http://erman.hardiman.or.id/wp-content/uploads/2010/03/kopi-223x300.jpg" alt="secangkir kopi hangat (sumber: gettyimages.com)" width="223" height="300" /><p class="wp-caption-text">secangkir kopi hangat (sumber: gettyimages.com)</p></div>
<p>Sebenarnya, sudah satu bulan lebih saya tidak minum kopi. Biasanya, saya menyeruput kopi setidaknya 4 gelas dalam sehari. Bagaimana rasanya tidak minum kopi? Hmmm&#8230; secara umum sih, biasa saja!</p>
<p>Jika anda berpikir saya melakukan itu karena alasan kesehatan, anda salah. Kalau pun ada hal baik dari sisi kesehatan yang saya dapat karena berhenti merokok dan minum kopi ini, saya anggap itu sekadar efek samping yang menyenangkan saja. Tapi bukan itu alasannya.</p>
<p>Atau karena alasan ekonomi? Saya memang tidak berlimpah uang, tapi harga rokok atau kopi kan tidak semahal harga iPhone. Berhenti minum kopi bahkan berpotensi meningkatkan anggaran belanja rumah tangga karena mungkin saja itu berganti dengan minum susu yang harganya lebih mahal.</p>
<p>Atau mungkin karena alasan keinginan istri? Selama lebih dari satu bulan berhenti minum kopi ini, setiap kali rasa ingin minum kopi itu muncul, saya selalu bilang ke istri, &#8220;minum kopi kayaknya enak nih&#8221;. Respon istriku selalu seperti ini, &#8220;mau dibuatin sekarang?&#8221; Dia mengatakannya dengan sangat serius, dan tidak sedang ingin menggoda. Istriku tidak pernah melarang saya minum kopi, bahkan sekadar menyarankan untuk tidak minum kopi sekalipun.</p>
<p>Jadi kenapa? Alasannya hanya karena saya ingin bisa mengendalikan diri sendiri dari berbagai keinginan. Saya harus bisa mengontrolnya, bukan keinginan itu yang mengontrol saya. Ada sangat banyak keinginan yang ingin saya kontrol, tapi saat ini baru dua hal itu yang bisa saya taklukkan: rokok dan kopi.</p>
<p>Suatu saat nanti, mungkin saja saya menyeruput kopi lagi untuk sekadar bernostalgia atau menemani rintik hujan. Hanya sesekali saja. Kalau rokok, sepertinya tidak. Saya pernah iseng coba merokok, tapi rasanya sangat tidak enak. Rokok dan kopi, keinginan yang sangat remeh temeh jika dibandingkan keinginan-keinginan lain. Sanggupkah saya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2010/kini-giliran-tidak-minum-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Buah Delima Kami</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2010/kisah-buah-delima-kami/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2010/kisah-buah-delima-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 15:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erman.hardiman.or.id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Senang rasanya bisa memetik buah delima di taman rumah sendiri. Petikan perdana sengaja kami biarkan anak kami Elika yang melakukannya. Dia terlihat senang bisa mencabut buah itu dari tangkainya.
Kami pun langsung memotong delima itu menjadi dua bagian. Hmmm&#8230; warna merah dari biji-biji delima tampak menggoda. Saya dan istri kemudian mencobanya, rasanya manis dan segar.
Sebenarnya, petikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senang rasanya bisa memetik buah delima di taman rumah sendiri. Petikan perdana sengaja kami biarkan anak kami Elika yang melakukannya. Dia terlihat senang bisa mencabut buah itu dari tangkainya.</p>
<div id="attachment_88" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-88" title="delima1" src="http://erman.hardiman.or.id/wp-content/uploads/2010/02/delima11-300x225.jpg" alt="Elika sedang melakukan pemetikan perdana " width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Elika sedang melakukan pemetikan perdana </p></div>
<p>Kami pun langsung memotong delima itu menjadi dua bagian. Hmmm&#8230; warna merah dari biji-biji delima tampak menggoda. Saya dan istri kemudian mencobanya, rasanya manis dan segar.</p>
<p>Sebenarnya, petikan perdana itu sudah berlangsung lama, tepatnya pada 6 November 2009. Bahkan, puluhan delima yang kemarin tampak menggantung di taman rumah kami kini sudah tak tersisa lagi. Saya baru tergerak menuliskannya ketika kemarin melihat beberapa bunga bakal buah mulai tampak bermunculan lagi.</p>
<p>Sejumlah saudara yang kebetulan datang ke rumah pasti kami minta untuk memetik langsung delima dari pohonnya. Beberapa tetangga juga kami kirim, namun tidak banyak. Entah mengapa, sejumlah delima kami dapati terbelah sendiri di pohon.</p>
<p>Dengan kondisi terbelah seperti itu saya tidak tega ingin membagikannya ke tetangga. Semoga di panen yang kedua nanti, kondisinya lebih baik sehingga kami bisa lebih berbagi lagi. Meski hanya sebentuk delima.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2010/kisah-buah-delima-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurus Bikin KTP dan Kartu Keluarga</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2009/mengurus-bikin-ktp-dan-kartu-keluarga/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2009/mengurus-bikin-ktp-dan-kartu-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 02:37:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erman.hardiman.or.id/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, yang terbayang oleh saya ketika harus berhubungan dengan pihak kelurahan atau kecamatan adalah mencari satpam di kompleks perumahan. Beritahu sang satpam apa yang saya butuhkan, dan memberi uang untuk jasa pengurusan ke pihak kelurahan dan kecamatan.
Jasa terakhir yang saya minta kurang lebih setahun lalu adalah adalah pengurusan pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, yang terbayang oleh saya ketika harus berhubungan dengan pihak kelurahan atau kecamatan adalah mencari satpam di kompleks perumahan. Beritahu sang satpam apa yang saya butuhkan, dan memberi uang untuk jasa pengurusan ke pihak kelurahan dan kecamatan.</p>
<p>Jasa terakhir yang saya minta kurang lebih setahun lalu adalah adalah pengurusan pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebagai warga baru di sebuah kompleks perumahan, tentu saja saya harus mengurus KK dan KTP baru. Seingat saya, butuh 300 ribu untuk jasa tersebut.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="ktp" src="http://erman.hardiman.or.id/wp-content/uploads/2009/09/ktp-300x214.jpg" alt="ktp" width="300" height="214" />KK dan KTP memang jadi, tapi saya tidak puas karena ada kesalahan satu huruf dalam penulisan nama di KTP dan alamat tidak jelas di KK maupun KTP. Saya bingung, kok alamat hanya ditulis nama kompleks perumahan saja tanpa nama jalan?</p>
<p>Akhirnya, saya mengajukan perubahan. Kali ini, sengaja semuanya saya urus sendiri. Ternyata, tidak sulit kok! Mau tau apa bagaimana prosesnya?</p>
<p>Pertama, temui Ketua RT (Rukun Tetangga) tempat anda tinggal. Ini adalah proses paling inti karena semua data berawal dari RT. Yang kita butuhkan adalah apa yang dikenal dengan sebutan &#8220;Formulir Master&#8221;. Ketua RT akan membekali kita dengan Formulir Master dan Surat Pengantar yang ditandatanganinya.</p>
<p>Kedua, kita harus membawa semua berkas itu ke Ketua Rukun Warga (RW). Di sana, Ketua RW akan menandatangani dan membubuhi cap dalam kolom yang tersedia di Surat Keterangan.</p>
<p>Ketiga, barulah kita bisa membawa berkas tersebut ke kantor Kelurahan. Petugas kelurahan akan memeriksa keterangan yang diberikan oleh Ketua RT dan RW, lalu meminta kita menyediakan sebuah pasfoto ukuran 2&#215;3 untuk identitas di KTP yang akan dibuat nanti. Setelah ditandatangani dan dicap oleh petugas kelurahan, kita bisa membawa berkas itu ke Kecamatan. Berapa biaya proses di Kelurahan? Gratis! Tapi kalau mau memberi, silakan saja niatkan sebagai amal. Itu kata saya loh, bukan kata petugas Kelurahan.</p>
<p>Keempat, serahkan semua berkas yang telah lengkap dengan tanda tangan RT, RW, dan Kelurahan itu ke petugas Kecamatan. Begitu memasuki kantor Kecamatan, ada poster besar mengenai biaya. Bikin KTP biayanya Rp 5.000,- per KTP, dan bikin Kartu Keluarga Rp 2.500,- saja. Ketika berhadapan dengan petugasnya, angka itulah yang disebutkan olehnya. Kalau mau memberi lebih, ya silakan saja sebagai amal. Itu juga masih kata saya, bukan kalimat dari petugas Kelurahan.</p>
<p>Benar-benar tidak rumit! Biayanya pun sangat murah! Oh iya, pengurusan ini saya lakukan di Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Bandung. Hal yang paling sulit mungkin adalah menyediakan waktu untuk datang ke Kelurahan dan Kecamatan, karena pasti akan bentrok dengan jadwal kantor kita masing-masing.</p>
<p>Saya juga terkesan dengan petugas Kelurahan yang menolak secara halus keinginan saya saat meminta bantuan dia melanjutkan proses pembuatan KK dan KTP ini ke Kelurahan. &#8220;Silakan datang saja langsung, tidak lama kok ngurusnya. Lagipula, biar bapak juga jadi tahu seperti apa prosesnya,&#8221; ujar petugas tersebut.</p>
<p>Di kecamatan pun begitu. Tidak banyak bertele-tele, petugasnya hanya minta saya menyerahkan berkas dan membayar biaya sesuai ketentuan. Namun sayang, ketika itu printer di Kecamatan ternyata sedang rusak sehingga tidak bisa memproses pembuatan KK dan KTP.</p>
<p>&#8220;Kalau printernya tidak lagi rusak, bisa langsung jadi sekarang. Tapi ini sudah beberapa hari rusak dan belum ada pergantian. Coba datang lagi hari Senin, semoga printernya sudah bisa jalan lagi,&#8221; ujar petugas tersebut. Saya datang ke sana hari Kamis.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, saya ke kantor Kecamatan lagi. Bukan Senin memang, tapi Rabu. Cukup 5 menit, KK dan KTP baru sudah di tangan. Terima kasih petugas Kelurahan Pasirjati, terima kasih petugas Kecamatan Ujungberung, terima kasih Pak Wali Kota Bandung! Maju terus Indonesia! *</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2009/mengurus-bikin-ktp-dan-kartu-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buah Delima di Taman Rumah</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2009/buah-delima-di-taman-rumah/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2009/buah-delima-di-taman-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 01:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erman.hardiman.or.id/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Sejak menempati rumah di Ujungberung, Februari 2008 lalu, kami telah menanam pohon delima di taman depan. Sekarang, pohon delima itu telah tumbuh, bahkan mulai menghasilkan buah.
Mengapa kami menanam delima? Alasannya sederhana, karena rumah kami terletak di blok D5. Jadi, kalau ada yang nanya dimana rumah kami, ya tinggal bilang di blok D5 yang didepannya ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak menempati rumah di Ujungberung, Februari 2008 lalu, kami telah menanam pohon delima di taman depan. Sekarang, pohon delima itu telah tumbuh, bahkan mulai menghasilkan buah.</p>
<div id="attachment_72" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-72" title="delima" src="http://erman.hardiman.or.id/wp-content/uploads/2009/07/delima-300x225.jpg" alt="Dari sekian banyak bunga yang menghiasi pohon ini, baru satu yang jadi buah." width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Dari sekian banyak bunga yang menghiasi pohon ini, baru satu yang jadi buah.</p></div>
<p>Mengapa kami menanam delima? Alasannya sederhana, karena rumah kami terletak di blok D5. Jadi, kalau ada yang nanya dimana rumah kami, ya tinggal bilang di blok D5 yang didepannya ada pohon delima. Hehehe&#8230; jadi mudah diingat!</p>
<p>Sebenarnya, kami telah dua kali menanam delima. Penamanan pertama gagal, pohon delima yang kami tanam kering dan mati. Penanaman kedua kami lebih berhati-hati, dan hasilnya pohon delima itu tumbuh subur. Daunnya lebat, beberapa bulan terakhir ini bunganya cukup banyak, namun buah yang dihasilkan baru satu! Ya, saya begitu terkesan dengan keberhasilan satu buah delima itu sampai merasa harus melakukan posting di blog ini. Hehehe..</p>
<p>Untuk bisa merasakan buah delima itu, saya masih harus menunggu buah itu matang. Nanti kalau sudah dirasakan, saya akan posting lagi bagaimana rasanya memakan buah delima yang ditanam di taman rumah kami. Oh iya, selain pohon delima, di taman itu juga ada pohon mangga, dan baru saja saya menambah pohon sirsak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2009/buah-delima-di-taman-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Datang dari Atap Dapur</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2009/inspirasi-datang-dari-atap-dapur/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2009/inspirasi-datang-dari-atap-dapur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 01:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & Diri]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erman.hardiman.or.id/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Sejak Februari 2008 lalu, kami sekeluarga menempati rumah baru di kawasan Ujungberung, Bandung. Tak terasa, kini  hampir 1,5 tahun kami telah menempati rumah itu. Rumah kecil yang menjadi tempat berteduh Elika sejak lahir, dan juga kami kedua orangtuanya.
Kini, beberapa bagian rumah telah menunjukkan tanda-tanda harus diperbaiki, terutama di bagian belakang yang menjadi ruang dapur. Langit-langit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak Februari 2008 lalu, kami sekeluarga menempati rumah baru di kawasan Ujungberung, Bandung. Tak terasa, kini  hampir 1,5 tahun kami telah menempati rumah itu. Rumah kecil yang menjadi tempat berteduh Elika sejak lahir, dan juga kami kedua orangtuanya.</p>
<p>Kini, beberapa bagian rumah telah menunjukkan tanda-tanda harus diperbaiki, terutama di bagian belakang yang menjadi ruang dapur. Langit-langit ruang belakang tampak keropos dimakan rembesan air hujan. Keropos itu terjadi baik di sisi kiri maupun kanan ruangan.</p>
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-64" title="belakang1" src="http://erman.hardiman.or.id/wp-content/uploads/2009/07/belakang1-225x300.jpg" alt="Atap dapur yang mulai minta diperbaiki" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Atap dapur yang mulai minta diperbaiki</p></div>
<p>Bila atap itu dicor dengan semen, mungkin keropos itu tidak akan terjadi. Hmm&#8230; baiklah, mengecor atap di ruang belakang harus menjadi prioritas bagi pengeluaran kami selanjutnya. Biayanya pasti lumayan, dan mungkin perlu waktu pembangunan yang cukup lama.</p>
<p>Saya pun mulai berhitung. Ruang dapur itu memiliki panjang 6 meter, dengan lebar 1,5 meter. Berapa zak semen dan berapa colt pasir yang diperlukan, berapa tenaga tukang untuk membangunnya, berapa lama membangunnya. Huh, kok kepala sudah pusing duluan ya? Belum lagi membayangkan proses pembangunan yang pasti menebarkan kebul debu, dan mungkin saja berlangsung selama lebih dari seminggu. Kasihan bayi kami nanti.</p>
<p>Saya juga mulai mencari tahu harga bahan bangunan. Saat mencari-cari harga tersebut, saya menemukan produk <a href="http://www.hebel.co.id" target="_blank">Hebel</a> dan <a href="http://www.primemortar.com" target="_blank">Primemortar</a>. Tertarik dengan keunggulan yang dipromosikan kedua produk itu, saya mulai berhitung ulang.</p>
<p>Dalam pandangan saya yang awam, Hebel adalah blok semen yang siap digunakan secara instan. Ruang dapur rumah kami bisa tertutup oleh blok-blok semen itu untuk kemudian direkatkan oleh Primemortar. Sepertinya, proses pembangunannya bisa jauh lebih singkat dan  polusi debu pun bisa jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pembangunan secara proses konvensional.</p>
<p>Biaya yang harus dikeluarkan juga bisa lebih efisien. Melihat tersedianya produk blok semen untuk tangga, pikiran saya jadi berkembang. Bagian atas ruang belakang itu bisa jadi tempat menjemur pakaian.</p>
<p>Efisiensi biaya itu memungkinkan kami untuk membangun kamar kecil di lantai atas itu. Nantinya, kamar kecil itu akan ditempati pembantu kami. Jadi, kamar di bawah yang selama ini ditempati pembantu kami, bisa jadi kamar tamu. Atau, bisa jadi ruang bermain bagi bayi kami, Elika, atau bisa juga jadi ruang kerja saya dan istri.</p>
<p>Mengkhayal sudah, sekarang waktunya menabung! *</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2009/inspirasi-datang-dari-atap-dapur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Domain .id Paling Keren Sedunia</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2009/domain-id-paling-keren-sedunia/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2009/domain-id-paling-keren-sedunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 01:31:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erman.hardiman.or.id/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Domain .com mungkin masih yang paling popular hingga saat ini, tapi kita sekarang tidak lagi hanya disodori domain .com, .net, dan .org saja. Ada puluhan domain yang bisa kita pilih, seperti .biz, .travel, .asia, .tel, belum lagi domain yang dimiliki oleh setiap negara.
Indonesia kebagian domain dengan inisial .id. Beberapa contoh domain untuk negara lain adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Domain .com mungkin masih yang paling popular hingga saat ini, tapi kita sekarang tidak lagi hanya disodori domain .com, .net, dan .org saja. Ada puluhan domain yang bisa kita pilih, seperti .biz, .travel, .asia, .tel, belum lagi domain yang dimiliki oleh setiap negara.</p>
<p>Indonesia kebagian domain dengan inisial .id. Beberapa contoh domain untuk negara lain adalah .de untuk Deutsch alias Jerman, .nl untuk Netherland alias Belanda, .ca untuk Kanada, .in untuk India, .my untuk Malaysia., .sg untuk Singapura, dan masih banyak lagi lainnya.</p>
<p>Beberapa negara boleh dibilang beruntung karena mendapatkan inisial yang cukup menjual. Sebut saja Tuvalu yang mendapat domain .tv. Tuvalu adalah negara kecil di Samudera Pasifik dengan luas hanya 26 km2 dan jumlah penduduk tak lebih dari 12 ribu jiwa. Sangat kecil, bahkan konon sangat rentan terhapus dari peta bumi karena tenggelam ditelan lautan. Domain .tv banyak digunakan oleh stasiun televisi sebagai alamat website mereka. Domain .fm milik Federated States of Micronesia juga banyak digunakan oleh stasiun radio di seluruh dunia. Baru-baru ini, banyak orang mengincar domain .me milik negara Montenegro. Dengan kosa kata bahasa Inggris, banyak kalimat yang bisa dibentuk dengan domain .me ini. Contohnya help.me, call.me., ask.me., dll.</p>
<p>Meski begitu, dari semua domain itu, saya kira domain .id yang menjadi milik Indonesia adalah domain paling keren sedunia. Inisial id telah sangat identik dengan makna identity atau identitas. Domain itu sendiri adalah identitas kita di jagad internet. Saya bisa membayangkan, banyak orang berani membayar sangat mahal untuk bisa memiliki alamat internet seperti personal.id, human.id, business.id, card.id, dan masih banyak lagi lainnya. Untuk alamat personal, domain .id pun akan terbaca keren. Obama.id misalnya, atau hardiman.id <img src='http://erman.hardiman.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Belum lagi untuk domain yang terbaca, seperti astero.id, parano.id, ma.id. Wah, keren deh!</p>
<p>Sayangnya (atau untungnya, entahlah), pengelola domain .id <a href="http://www.pandi.or.id/pengumuman/wacana-peluncuran-id-tld/" target="_blank">belum melepas domain .id ke publik</a>. Pembeli domain .id masih diproteksi untuk orang Indonesia saja. Silakan cek persyaratan pembelian domain .id di website Pandi. Beberapa negara yang telah melepas CC-TLD (country code top level domain) ke publik adalah India (.in), Cina (.cn), juga Tuvalu dan Micronesia tadi. Kira-kira, CC-TLD domain .id bakal dilepas ke publik gak ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2009/domain-id-paling-keren-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Opera Hadirkan Kenangan 15 Tahun Lalu</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2009/opera-hadirkan-kenangan-15-tahun-lalu/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2009/opera-hadirkan-kenangan-15-tahun-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 06:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[browser]]></category>
		<category><![CDATA[opera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiman.or.id/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang, agak kaget juga ketika mengunjungi situs web Opera beberapa hari ini. Begitu masuk, loh kok tampilannya jadul banget! Awalnya saya kira salah ketik sehingga nyasar ke alamat lain, tapi begitu baca dengan teliti teks yang ada di sana, baru deh agak ngeh.
Ternyata, Opera sengaja menampilkan halaman internet yang akan mengingatkan kita pada masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang, agak kaget juga ketika mengunjungi situs web <a href="http://www.opera.com" target="_blank">Opera</a> beberapa hari ini. Begitu masuk, <em>loh kok</em> tampilannya jadul banget! Awalnya saya kira salah ketik sehingga nyasar ke alamat lain, tapi begitu baca dengan teliti teks yang ada di sana, baru deh agak ngeh.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-61" title="opera15th" src="http://hardiman.or.id/wp-content/uploads/2009/04/opera15th-300x187.jpg" alt="opera15th" width="300" height="187" />Ternyata, Opera sengaja menampilkan halaman internet yang akan mengingatkan kita pada masa ketika <a href="http://www.geocities.com" target="_blank">Geocities</a> sedang berjaya <img src='http://erman.hardiman.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  <em>Celebrating 15 Years of Browser Innovation</em>, begitu kata Opera. Ketika itu, semua orang yang punya akses ke internet bikin <em>account </em>di Geocities dan mulai membangun &#8220;personal page&#8221;.</p>
<p>Bagi saya, Opera benar-benar berhasil menghadirkan kenangan masa jadul itu. Ada <em>background </em>yang polos, gambar yang berputar-putar, api berkobar sebagai garis pemisah. Anda yang pernah mengalami masa itu mungkin akan tersenyum melihatnya.</p>
<p>Gak terasa, jaman cepat berubah. Geocities yang sempat dibeli Yahoo! pun kini telah tutup! *</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://search.msn.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="MSN index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2009/opera-hadirkan-kenangan-15-tahun-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marga Lubis, E-mail Gratis untuk Anda</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2009/marga-lubis-e-mail-gratis-untuk-anda/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2009/marga-lubis-e-mail-gratis-untuk-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 17:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiman.or.id/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menyediakan e-mail gratis bagi warga Ujungberung, kini saya menyediakan e-mail gratis untuk mereka yang bermarga Lubis. Lewat domain share lubis.org ini, para pemilik nama lubis bisa memiliki e-mail yang lebih personal. Gratis! Mesin e-mail yang digunakan dipersembahkan oleh Domains Live. Mesin e-mail ini sama persis dengan mesin yang digunakan oleh Hotmail.
Anggap saja anda memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menyediakan e-mail gratis bagi warga <a title="city community" href="http://www.ujungberung.com" target="_blank">Ujungberung</a>, kini saya menyediakan e-mail gratis untuk mereka yang bermarga <a title="e-mail gratis" href="http://www.lubis.org" target="_blank">Lubis</a>. Lewat domain share lubis.org ini, para pemilik nama lubis bisa memiliki e-mail yang lebih personal. Gratis! Mesin e-mail yang digunakan dipersembahkan oleh Domains Live. Mesin e-mail ini sama persis dengan mesin yang digunakan oleh Hotmail.</p>
<p>Anggap saja anda memiliki nama Clinton Lubis, maka anda bisa memiliki e-mail dengan alamat clinton@lubis.org. Jadi, cepatlah daftarkan nama anda untuk bisa mendapatkan <em>account </em>di lubis.org ini. Jangan sampai namaanda@lubis.org telah lebih dulu dikuasai orang lain.</p>
<p>Bagaimana caranya? Cukup beri komentar di <em>posting </em>ini. Ajukan username yang anda inginkan. Kunjungi www.lubis.org dan daftarkan diri anda (sukarela) untuk mendapatkan e-mail update Lubis.org. Setelah itu, Saya akan buatkan <em>username</em> e-mail lubis.org untuk anda. Sederhana bukan!</p>
<p>Jika anda suka dengan layanan ini, tolong beritahu teman anda yang bermarga Lubis ya. Terima kasih. *</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://search.msn.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="MSN index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2009/marga-lubis-e-mail-gratis-untuk-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trivia yang Tak Pernah Bikin Kenyang</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2009/trivia-yang-tak-pernah-bikin-kenyang/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2009/trivia-yang-tak-pernah-bikin-kenyang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 04:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiman.or.id/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Pernah nonton program Suara Anda di Metro TV? Saya tidak ingin membahas materi yang dibawakan pembaca acaranya atau mengomentari pernyataan dari para narasumbernya, saya tertarik pada trivia yang muncul sesaat sebelum commercial break dan jawaban dari trivia itu muncul tepat setelah rombongan commercial break itu selesai. Trivia itu mampu membuat saya rela “menelan” semua commercial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah nonton program Suara Anda di Metro TV? Saya tidak ingin membahas materi yang dibawakan pembaca acaranya atau mengomentari pernyataan dari para narasumbernya, saya tertarik pada trivia yang muncul sesaat sebelum <em>commercial break</em> dan jawaban dari trivia itu muncul tepat setelah rombongan <em>commercial break</em> itu selesai. Trivia itu mampu membuat saya rela “menelan” semua <em>commercial break</em> tadi dan tak punya keingingan untuk memindahkan saluran ke TV lain, bahkan berat juga pergi meninggalkan televisi.</p>
<p>Salah satu trivia yang pernah muncul adalah pertanyaan tentang siapa suami istri pertama yang berhasil menjadi presiden di suatu negara dalam periode yang berurutan? Pertanyaan yang sederhana, bahkan tidak penting bagi sebagian orang, namun sangat menarik bagi saya. Rugi rasanya kalau melewatkan jawabannya. Setelah kita membaca jawabannya, puas rasanya bisa mengetahuinya.</p>
<p>Entah mengapa, ketika menikmati trivia di program teve itu saya jadi teringat sebuah milis lama yang mungkin tidak ter<em>update</em> lagi. Milis satu arah itu bernama Caraka E-Zine, konon merupakan e-zine berbahasa Indonesia pertama, dan dikelola seorang diri oleh Poltak Hotradero. Saya masih bisa menikmati arsip milis yang memuat banyak cerita singkat namun menarik itu.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah, tahukah anda apa bahasa Jepang untuk pedang? Jika anda menjawab Samurai, saya juga dulu menjawab seperti itu. Padahal Samurai bukanlah pedang, namun ksatrianya. Pedangnya sendiri punya nama Katana. Masih banyak lagi beberapa cerita berbentuk &#8220;tahukah anda?&#8221; di sana.</p>
<p>Jika anda ingin juga menikmati arsip Caraka E-Zine, coba <a href="http://groups.yahoo.com/group/caraka/" target="_blank">klik di sini.</a> *</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2009/trivia-yang-tak-pernah-bikin-kenyang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Indonesia Kreatif 2009</title>
		<link>http://erman.hardiman.or.id/2008/tahun-indonesia-kreatif-2009/</link>
		<comments>http://erman.hardiman.or.id/2008/tahun-indonesia-kreatif-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 09:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardiman.or.id/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu bicara di SCTV tentang pencanangan ?Tahun Indonesia Kreatif 2009?, saya jadi teringat pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan orasi ilmiah di Unpad sebagai puncak peringatan Dies Natalis Unpad ke-50, Oktober 2007 lalu. Presiden bilang, negara maju di Asia mengandalkan ekonomi kreatif sebagai penopang perekonomian negara.
Apa itu ekonomi kreatif? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu bicara di SCTV tentang pencanangan ?Tahun Indonesia Kreatif 2009?, saya jadi teringat pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan orasi ilmiah di Unpad sebagai puncak peringatan Dies Natalis Unpad ke-50, Oktober 2007 lalu. Presiden bilang, negara maju di Asia mengandalkan ekonomi kreatif sebagai penopang perekonomian negara.</p>
<p>Apa itu ekonomi kreatif? Secara singkat, ekonomi kreatif mungkin bisa dikatakan sebagai perpaduan antara kreativitas, seni, dan teknologi, yang kemudian menghasilkan aktivitas ekonomi seperti film, lagu, aplikasi mobile phone, animasi, desain, dan banyak lagi lainnya. Indonesia punya potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini, setidaknya telah terbukti dengan keberagaman budaya yang ada di Indonesia.</p>
<p>Hari ini di Kompas saya baca rangkaian tulisan yang menarik tentang busana dan kreativitas. Lead-nya pun sudah dibuat sangat menarik, begini katanya ?Dari kantor kecil dengan orang-orang berbusana kasual di dalamnya, menyembur kreativitas yang tidak main-main dan menghasilkan profit besar. Di zaman kontemporer ini, yang penting isi otak, bukan busana atau seragam yang dipakai?.</p>
<p>Kenapa ya saya tidak jadi orang kreatif? Hmmm&#8230; bukan itu kata yang tepat. Kapan ya saya jadi kreatif? Hmmm&#8230; rasanya masih kurang pas. Bagaimana ya mengkreatifkan diri? Hmmm&#8230; masih kurang sedikit lagi. Kreatif dan profit, kejar yuk! Hmmm&#8230;. pasti tidak mudah. *</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erman.hardiman.or.id/2008/tahun-indonesia-kreatif-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

