Keluarga Hardiman

Kisah Buah Delima Kami

Oleh: hardiman
February 26, 2010

Senang rasanya bisa memetik buah delima di taman rumah sendiri. Petikan perdana sengaja kami biarkan anak kami Elika yang melakukannya. Dia terlihat senang bisa mencabut buah itu dari tangkainya.

Elika sedang melakukan pemetikan perdana

Elika sedang melakukan pemetikan perdana

Kami pun langsung memotong delima itu menjadi dua bagian. Hmmm… warna merah dari biji-biji delima tampak menggoda. Saya dan istri kemudian mencobanya, rasanya manis dan segar.

Sebenarnya, petikan perdana itu sudah berlangsung lama, tepatnya pada 6 November 2009. Bahkan, puluhan delima yang kemarin tampak menggantung di taman rumah kami kini sudah tak tersisa lagi. Saya baru tergerak menuliskannya ketika kemarin melihat beberapa bunga bakal buah mulai tampak bermunculan lagi.

Sejumlah saudara yang kebetulan datang ke rumah pasti kami minta untuk memetik langsung delima dari pohonnya. Beberapa tetangga juga kami kirim, namun tidak banyak. Entah mengapa, sejumlah delima kami dapati terbelah sendiri di pohon.

Dengan kondisi terbelah seperti itu saya tidak tega ingin membagikannya ke tetangga. Semoga di panen yang kedua nanti, kondisinya lebih baik sehingga kami bisa lebih berbagi lagi. Meski hanya sebentuk delima.

Category: Keluarga & Diri | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

Komentar

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

  • che din, malaysia

    boleh tak bagi tips untuk menanam buah delima ? saya telah cuba beberapa kali menanamnya tapi tidak berbuah dan tidak hidup dengan subur

Leave a Reply