Kini Giliran Tidak Minum Kopi
Beberapa tahun lalu, saya adalah perokok. Saya mengonsumsi rokok jenis kretek, tidak pernah cocok dengan rokok filter, apalagi mild. Hingga suatu hari saya menyatakan diri ingin berhenti, dan itu terjadi serta bertahan hingga hari ini. Kini, saya ingin menyatakan diri tidak minum kopi!

secangkir kopi hangat (sumber: gettyimages.com)
Sebenarnya, sudah satu bulan lebih saya tidak minum kopi. Biasanya, saya menyeruput kopi setidaknya 4 gelas dalam sehari. Bagaimana rasanya tidak minum kopi? Hmmm… secara umum sih, biasa saja!
Jika anda berpikir saya melakukan itu karena alasan kesehatan, anda salah. Kalau pun ada hal baik dari sisi kesehatan yang saya dapat karena berhenti merokok dan minum kopi ini, saya anggap itu sekadar efek samping yang menyenangkan saja. Tapi bukan itu alasannya.
Atau karena alasan ekonomi? Saya memang tidak berlimpah uang, tapi harga rokok atau kopi kan tidak semahal harga iPhone. Berhenti minum kopi bahkan berpotensi meningkatkan anggaran belanja rumah tangga karena mungkin saja itu berganti dengan minum susu yang harganya lebih mahal.
Atau mungkin karena alasan keinginan istri? Selama lebih dari satu bulan berhenti minum kopi ini, setiap kali rasa ingin minum kopi itu muncul, saya selalu bilang ke istri, “minum kopi kayaknya enak nih”. Respon istriku selalu seperti ini, “mau dibuatin sekarang?” Dia mengatakannya dengan sangat serius, dan tidak sedang ingin menggoda. Istriku tidak pernah melarang saya minum kopi, bahkan sekadar menyarankan untuk tidak minum kopi sekalipun.
Jadi kenapa? Alasannya hanya karena saya ingin bisa mengendalikan diri sendiri dari berbagai keinginan. Saya harus bisa mengontrolnya, bukan keinginan itu yang mengontrol saya. Ada sangat banyak keinginan yang ingin saya kontrol, tapi saat ini baru dua hal itu yang bisa saya taklukkan: rokok dan kopi.
Suatu saat nanti, mungkin saja saya menyeruput kopi lagi untuk sekadar bernostalgia atau menemani rintik hujan. Hanya sesekali saja. Kalau rokok, sepertinya tidak. Saya pernah iseng coba merokok, tapi rasanya sangat tidak enak. Rokok dan kopi, keinginan yang sangat remeh temeh jika dibandingkan keinginan-keinginan lain. Sanggupkah saya?
Komentar
This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.
minum kopi memang enak. keinginan yang bisa dikendalikan jauh lebih enak.
salam kenal. blogwalking..