Keluarga Hardiman

Mengurus Bikin KTP dan Kartu Keluarga

Oleh: hardiman
September 17, 2009

Dulu, yang terbayang oleh saya ketika harus berhubungan dengan pihak kelurahan atau kecamatan adalah mencari satpam di kompleks perumahan. Beritahu sang satpam apa yang saya butuhkan, dan memberi uang untuk jasa pengurusan ke pihak kelurahan dan kecamatan.

Jasa terakhir yang saya minta kurang lebih setahun lalu adalah adalah pengurusan pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebagai warga baru di sebuah kompleks perumahan, tentu saja saya harus mengurus KK dan KTP baru. Seingat saya, butuh 300 ribu untuk jasa tersebut.

ktpKK dan KTP memang jadi, tapi saya tidak puas karena ada kesalahan satu huruf dalam penulisan nama di KTP dan alamat tidak jelas di KK maupun KTP. Saya bingung, kok alamat hanya ditulis nama kompleks perumahan saja tanpa nama jalan?

Akhirnya, saya mengajukan perubahan. Kali ini, sengaja semuanya saya urus sendiri. Ternyata, tidak sulit kok! Mau tau apa bagaimana prosesnya?

Pertama, temui Ketua RT (Rukun Tetangga) tempat anda tinggal. Ini adalah proses paling inti karena semua data berawal dari RT. Yang kita butuhkan adalah apa yang dikenal dengan sebutan “Formulir Master”. Ketua RT akan membekali kita dengan Formulir Master dan Surat Pengantar yang ditandatanganinya.

Kedua, kita harus membawa semua berkas itu ke Ketua Rukun Warga (RW). Di sana, Ketua RW akan menandatangani dan membubuhi cap dalam kolom yang tersedia di Surat Keterangan.

Ketiga, barulah kita bisa membawa berkas tersebut ke kantor Kelurahan. Petugas kelurahan akan memeriksa keterangan yang diberikan oleh Ketua RT dan RW, lalu meminta kita menyediakan sebuah pasfoto ukuran 2×3 untuk identitas di KTP yang akan dibuat nanti. Setelah ditandatangani dan dicap oleh petugas kelurahan, kita bisa membawa berkas itu ke Kecamatan. Berapa biaya proses di Kelurahan? Gratis! Tapi kalau mau memberi, silakan saja niatkan sebagai amal. Itu kata saya loh, bukan kata petugas Kelurahan.

Keempat, serahkan semua berkas yang telah lengkap dengan tanda tangan RT, RW, dan Kelurahan itu ke petugas Kecamatan. Begitu memasuki kantor Kecamatan, ada poster besar mengenai biaya. Bikin KTP biayanya Rp 5.000,- per KTP, dan bikin Kartu Keluarga Rp 2.500,- saja. Ketika berhadapan dengan petugasnya, angka itulah yang disebutkan olehnya. Kalau mau memberi lebih, ya silakan saja sebagai amal. Itu juga masih kata saya, bukan kalimat dari petugas Kelurahan.

Benar-benar tidak rumit! Biayanya pun sangat murah! Oh iya, pengurusan ini saya lakukan di Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Bandung. Hal yang paling sulit mungkin adalah menyediakan waktu untuk datang ke Kelurahan dan Kecamatan, karena pasti akan bentrok dengan jadwal kantor kita masing-masing.

Saya juga terkesan dengan petugas Kelurahan yang menolak secara halus keinginan saya saat meminta bantuan dia melanjutkan proses pembuatan KK dan KTP ini ke Kelurahan. “Silakan datang saja langsung, tidak lama kok ngurusnya. Lagipula, biar bapak juga jadi tahu seperti apa prosesnya,” ujar petugas tersebut.

Di kecamatan pun begitu. Tidak banyak bertele-tele, petugasnya hanya minta saya menyerahkan berkas dan membayar biaya sesuai ketentuan. Namun sayang, ketika itu printer di Kecamatan ternyata sedang rusak sehingga tidak bisa memproses pembuatan KK dan KTP.

“Kalau printernya tidak lagi rusak, bisa langsung jadi sekarang. Tapi ini sudah beberapa hari rusak dan belum ada pergantian. Coba datang lagi hari Senin, semoga printernya sudah bisa jalan lagi,” ujar petugas tersebut. Saya datang ke sana hari Kamis.

Beberapa hari kemudian, saya ke kantor Kecamatan lagi. Bukan Senin memang, tapi Rabu. Cukup 5 menit, KK dan KTP baru sudah di tangan. Terima kasih petugas Kelurahan Pasirjati, terima kasih petugas Kecamatan Ujungberung, terima kasih Pak Wali Kota Bandung! Maju terus Indonesia! *

Category: Keluarga & Diri, Sosial | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

10 Komentar

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

  • tai

    Ah bulshit kalo ga byr lebih di kelurahan, di kelurahan pela mampang tempat gw aja pake diminta sama petugasnya, jd serba salah kalo ga byr di persulit jd lama,,,yah terpaksa byr……..

    • ternyata pengalaman saya tidak berlaku umum. semoga kelurahan tempat anda tinggal bisa lebih baik lagi di masa mendatang. Oh iya, kalo kecewa dengan pelayanan pemerintah atau swasta, coba tulis juga di http://www.lapor.net, tempat suara konsumen berkumpul!

    • ternyata pengalaman saya tidak berlaku umum. semoga kelurahan tempat anda tinggal bisa lebih baik lagi di masa mendatang. Oh iya, kalo kecewa dengan pelayanan pemerintah atau swasta, coba tulis juga di http://www.lapor.net, tempat suara konsumen berkumpul!

  • semoga ktp dan kk-nya segera selesai tanpa ribet ya bu.

  • ibu ibu

    trima kasih ya pak atas dukungannya. mgkn krn KTP suami yg luar kota dan ini pengalaman pertama kami dlm membuat KTP dan KK.

  • stefanny

    saya lagi ngurusin kk dan ktp ,,,pindahan dari tangerang,,,,,surat surat sudah lengkap,,tapi ditolak di bagian penerimaan berkas, akhirnya saya menghubungi ketua rw tempat saya tinggal,ternyata surat saya lengkap dan saya datang lagi ke petugas tadi dan dimintain 250 rb,,sekarang sudah hampir 3 minggu dan belum selesai juga??ujung ujungnya duit kan????

  • yang kesulitan pembuatan KTP dan KK di area Kota Medan dapat saya bantu..hanya dengan mengirim email ke saya …Kirim foto dan data ke email akimagro@yahoo.com

  • iib

    Hidup kelurahan pasirjati yang menolak secara halus untuk dimintai bantuan…barusan kekelurahan cigending – ujung berung. Mereka malah secara blak2an mengatakan kalo ngurus KK dan KTP sendiri bisa 2 bulanan kalo diurusin dengan catatan ada biaya jasanya KTP bisa 2 hari dan KK 2 mingguan. Hayo siapa yang pny kuasa untuk mereformasi kelurahan cigending – ujung berung.

  • Wah! Pengalaman yang berkesan. Dengan turut serta dalam prosesnya, ternyata lebih mudah, yaa. Saya mau buat KTP dan KK juga dan udah dapat dokumen-dokumen dari RT dan RW. Sejauh ini lancar. Esok rencana ke kelurahan. Semoga dan berharap sebagaimana pengalaman Bapak Hardiman juga, aaamiin.

    Terima kasih atas share, nya.. :)

Leave a Reply


Warning: Parameter 1 to id_generic_callback() expected to be a reference, value given in /home/hardiman/public_html/erman/wp-content/plugins/intensedebate/intensedebate.php on line 911

Warning: Parameter 1 to id_generic_callback() expected to be a reference, value given in /home/hardiman/public_html/erman/wp-content/plugins/intensedebate/intensedebate.php on line 911

Warning: Parameter 1 to id_generic_callback() expected to be a reference, value given in /home/hardiman/public_html/erman/wp-content/plugins/intensedebate/intensedebate.php on line 911

Warning: Parameter 1 to id_generic_callback() expected to be a reference, value given in /home/hardiman/public_html/erman/wp-content/plugins/intensedebate/intensedebate.php on line 911

Warning: Parameter 1 to id_generic_callback() expected to be a reference, value given in /home/hardiman/public_html/erman/wp-content/plugins/intensedebate/intensedebate.php on line 911

Warning: Parameter 1 to id_generic_callback() expected to be a reference, value given in /home/hardiman/public_html/erman/wp-content/plugins/intensedebate/intensedebate.php on line 911